|

ummi aku sayang ummi melebihi sayang pada diriku sendiri aku tak bisa mengarang kata-kata indah seperti puisi... aku sayang ummi
*** Di kala resah ini kian mendesah dan menggalaukan jiwaku Kau ada di sana … Di saat aku terluka hingga akhirnya…tercabik-cabiklah keteguhan hatiku Kau masih ada di sana…
Mama **Puput Novel

Mama oh Mama Betapa mulia hatimu oh Mama Selalu tabah didalam tugasmu Pahit getir kau hadapi tanpa jemu
Mama oh Mama Betapa besarnya jasamu oh Mama Kau mengasuh dan merawat diriku Sejak kecil hingga dewasa umurku
Cintaku padamu Mama Sayangku padamu Mama Kekal dan abadi sepanjang masa Banggaku padaku Mama Kagumku padamu Mama Begitu tegar kokoh jiwamu Mama
Lembutnya belaian Mama Hangatnya dekapan Mama Kan kuukir indah dilubuk hatiku Jerih payahmu oh Mama Suka dukamu oh Mama Kukenang selalu sepanjang hidupku
Terimalah sembahku Terimalah baktiku Sebagai tanda terimakasihku
Mama oh Mama Kumohon doa restu padamu Mama Kan kutempuh hidup di masa depan Tuk mengabdi pada bangsa dan Negara ==
Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan, terhenti oleh kerikil –kerikil yang kurasa terlampau tajam hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!! Kau tetap ada di sana… memberiku isyarat untuk tetap bertahan
Ibu…kau basuh kesedihanku, kehampaanku dan ketidakberdayaanku “Tiada lain kita hanya insan Sang Kuasa, Memiliki tugas di bumi tuk menegakkan kalimatNya Kita adalah jasad, jiwa, dan ruh yang terpadu Untuk memberi arti bagi diri dan yang lain” Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku memberiku setitik cahaya dalam kekalutan berfikirku Kau labuhkan hatimu untukku, dengan tulus tak berpamrih
Kusandarkan diriku di bahumu Terasa…kelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku Menghancurleburkan segala keangkuhan diri Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hatimu
Kutatap perlahan… matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu, jatuh…setetes demi setetes Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu Laksana oase di terik panasnya gurun sahara
Ibu… Nasihatmu memberi kekuatan untukku rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku untuk ,menapaki hari-hari penuh liku …semoga semua itu tak akan pernah layu!
Ibu… Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!
Source: www.toppuisi.com/toppuisi/puisi-untuk-ibu-2/
|
Once we get there, so many wonderful...
Once we get there, so many wonderful...
Once we get there, so many wonderful...
Once we get there, so many wonderful...
Once we get there, so many wonderful...