|
Udah pernah mampir ke Tanjung Uma?? Atau Batu Merah? Nah, menurut para teman seniorku, kedua daerah ini adalah tempat dimana penduduk asli Batam berasal. Sudah 2 kali aku mampir ke Tanjung Uma. Wah...tempatnya benar-benar hijau. Pertama kali ketempat ini aku naik pompong (cmiiw yah) berupa perahu kecil. Awalnyaku kira Tanjung Uma itu adalah sebuah pulau yang jauh dari pulau Batam ini.
Ternyata belum selesai aku berfikir tentang itu aku telah sampai di Tanjung Uma...hahaha..hanya 5 menit saja ternyata menyeberangi pinggiran pantai menuju Tanjung Uma. Sayang, sarana ini sudah hilang...hilang bersama bangunan-bangunan yang mulai melapar dengan keadaaan. Kali kedua, tanjung uma belum berubah, masih banyak pohon kelapa, begitu hijau!! Aku suka tempat itu. Penduduknya ramah, terdengar mereka berbincang kental dengan melayunya "takdelah...", "padam muka ko", "macem betooolll aje" hahaha...indah sekali mendengarnya. Lokasi serasa di perkampungan, rumah berbentuk tradisional. Aku merindukan suasana itu, bosan dengan suasana panas didaerah kota. Satu tempat lagi yang ga kalah menarik, Batu Merah alias Red Stone :) Nah, disini penduduk aslinya lebih padat dibanding Tanjung Uma. Teman-temanku bilang, jika Ramadhan tiba, daerah ini makin ramai. Semua orang berbondong-bondong berkumpul disini untuk berjualan, membeli makanan untuk berbuka. Sepertinya Ramadhan tahun ini harus mampir nih, ingin membuktikan kebenaran itu. Lingkungannyapun masih hijau, sejuk. Membayangkan perkampungan di tepi pantai, perumahan para nelayan. Semoga saja pemerintah tidak menggusur kedua area ini, sehingga kekentalan melayu di Batam ini tidak hilang. Amin Tanjung Uma pasar rakyat Batu Merah  
|
Once we get there, so many wonderful...
Once we get there, so many wonderful...
Once we get there, so many wonderful...
Once we get there, so many wonderful...
Once we get there, so many wonderful...